Penderita Diabetes dan Obesitas Rentan Terinfeksi Jamur
1Buy Celebrex Online – Penderita diabetes dan obesitas cenderung memiliki kulit yang lebih lembap, yang menjadi kondisi ideal bagi pertumbuhan jamur. Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dr. Ulul Albab, Sp.OG, menjelaskan bahwa munculnya jamur di kulit sangat dipengaruhi oleh kondisi tubuh seseorang, terutama bagi mereka yang memiliki penyakit seperti diabetes dan obesitas. Menurut dr. Ulul, kondisi kulit yang lembap pada penderita diabetes dan obesitas memungkinkan jamur berkembang lebih cepat.
“Pada penderita diabetes dan obesitas, bagian tubuh yang lembap lebih banyak. Inilah alasan mengapa mereka lebih rentan terhadap jamur. Bahkan, konsumsi makanan manis yang berlebihan bisa mempengaruhi pertumbuhan jamur,” jelas dr. Ulul dalam diskusi yang digelar di Jakarta Selatan.
“Baca Juga: 5 Gejala Kanker di Malam Hari yang Tidak Boleh Diabaikan”
Dr. Ulul Albab mengungkapkan bahwa jamur pada kulit biasanya memiliki ciri khas, seperti terbentuknya batas tegas antara kulit yang sehat dan area kulit yang terkena jamur, yang biasanya terlihat merah. Selain itu, saat digaruk, bagian kulit yang terinfeksi akan mengeluarkan serpihan putih seperti serbuk.
“Jamur muncul lebih sering pada kondisi kulit yang berkeringat dan lembap,” katanya.
Jamur memiliki masa inkubasi, yaitu periode waktu antara seseorang terpapar jamur hingga gejala seperti gatal mulai muncul. Dr. Ulul menjelaskan bahwa dalam beberapa kasus, seseorang tidak langsung merasakan gejala setelah terpapar jamur. Misalnya, setelah memakai sepatu berjam-jam atau tidak mengganti kaos kaki dalam beberapa hari, gejala jamur baru akan muncul setelah beberapa waktu.
Tempat-tempat yang lembap pada tubuh, terutama di daerah lipatan kulit, sangat rentan terhadap infeksi jamur. Menurut dr. Ulul, jamur jarang berkembang di area yang sering dibersihkan, seperti jidat atau pipi. Namun, daerah seperti sela-sela kaki, lipatan paha, dan lipatan perut lebih sering terkena jamur karena area tersebut cenderung lebih jarang dibersihkan dan cenderung lebih lembap.
Untuk mencegah infeksi jamur, dr. Ulul menyarankan agar kita menjaga kebersihan tubuh, terutama di area yang mudah berkeringat. “Setelah berkeringat, pastikan untuk segera mengeringkan tubuh dan mencucinya dengan sabun serta air mengalir untuk mengurangi kemungkinan jamur berkembang,” tambahnya.
“Simak Juga: Kim Jong Un Dukung Penuh Rusia dalam Perang Ukraina”